September 15, 2014

STATIC ROUTES CISCO

12:43 PM Posted by Cipta Nugraha Damanik No comments


Static Routing adalah bentuk routing yang menggunakan entri routing yang dikonfigurasi secara manual, rute statis tetap dan tidak berubah apabila jaringan berubah atau berulang. Routing statis juga dapat digunakan dalam jaringan stub, atau untuk memberikan gateway of last resort.


Rute Statis biasanya digunakan untuk:
  • Menentukan jalur keluar dari router ketika tidak ada router lain yang tersedia atau diperlukan. Ini biasa disebut default-route.
  • Biasanya digunakan untuk Jaringan Kecil yang hanya membutuhkan satu atau dua rute. Hal ini sering lebih efisien karena link tidak terbuang berbeda dengan bertukar informasi pada dynamic routing.
  • Melengkapi dynamic routing dalam menyediakan failsafe backup, dalam hal dynamic routing tidak tersedia.
  • Membantu mentransfer informasi rute dari satu routing protocol ke routing protocol lainnya (routing redistribusi)
Kekurangan:
  • Human Error: Dalam beberapa kasus, rute statis dikonfigurasi secar manual. Hal ini menimbulkan besarnya potensi kesalahan input.
  • Fault Tolerance: Ketika terjadi perubahan dalam jaringan atau kegagalan terjadi antara dua perangkat yang didefinisikan secara statis, trafic tidak akan diarahkan kembali.
  • Administrative Distance: Rute statis biasanya lebih diutamakan daripada rute yang dikonfigurasi dengan protokol routing dinamis. Ini berarti bahwa rute statis dapat mencegah protokol routing dari bekerja sebagaimana dimaksud. Solusinya adalah memodifikasi manual administrative distance.
  • Administrasi Overhead: Konfigurasi ini dapat memakan waktu lama jika ada banyak router. Ini juga berarti bahwa rekonfigurasi bisa lambat dan tidak efisien.
Contoh
Ketika route IP traffic telah ditentukan untuk jaringan 10.10.20.0/24 via the next-hop router dengan IPv4 address of 192.168.100.1, berikut adalah konfigurasinya pada:

Linux
Static route dapat ditambahkan dengan perintah iproute2.

root@router:~# ip route add 10.10.20.0/24 via 192.168.100.1

Cisco
Cisco routers yang digunakan pada Cisco IOS dapat ditambahkan sebagai berikut:

Router> enable Router
# configure terminal Router(config)# ip route 10.10.20.0 255.255.255.0 192.168.100.1

Router Cisco juga menyediakan pilihan untuk menentukan antarmuka keluar (out interface), daripada alamat IP dari "next-hop" router. Dilakukan di Konfigurasi Global:

Router(config)# ip route 10.10.20.0 255.255.255.0 Serial 0/0/0

Rute statis juga dapat dihapus dengan menggunakan perintah di konfigurasi global :

Router(config)# no ip route 10.10.20.0 255.255.255.0 192.168.100.1

Secara umum, rute statis yang ditambahkan ke tabel routing akan menimpa rute melalui routing protocol, sehingga menghasilkan kinerja optimal. Oleh karena itu, disarankan untuk mengatur Administrative Distance pada rute statis.

Router(config)# ip route 10.10.20.0 255.255.255.0 exampleRoute 1 <adminDistance>


0 comments:

Post a Comment