September 18, 2014

OSI Model

9:45 AM Posted by Cipta Nugraha Damanik 6 comments
The Open Systems Interconnection model (OSI) is a conceptual model that characterizes and standardizes the internal functions of a communication system by partitioning it into abstraction layers. The model is a product of the Open Systems Interconnection project at the International Organization for Standardization (ISO), maintained by the identification ISO/IEC 7498-1.
The Open Systems Interconnect (OSI) model has seven layers, recommendation X.200 describes seven layers, labeled 1 to 7. Layer 1 is the lower layer in this model.
OSI Model
Data unitLayerFunction
Host
layers
Data7. ApplicationNetwork process to application
6. PresentationData representation, encryption and decryption, convert machine dependent data to machine independent data
5. SessionInterhost communication, managing sessions between applications
Segments4. TransportReliable delivery of packets between points on a network.
Media
layers
Packet/Datagram3. NetworkAddressing, routing and (not necessarily reliable) delivery of datagrams between points on a network.
Bit/Frame2. Data linkA reliable direct point-to-point data connection.
Bit1. PhysicalA (not necessarily reliable) direct point-to-point data connection.
At each level (N), two entities (layer N peers) exchange protocol data units (PDUs) by means of a layer-N protocol. A service data unit (SDU) is the payload of a PDU, transmitted unchanged to a peer.

September 15, 2014

STATIC ROUTES CISCO

12:43 PM Posted by Cipta Nugraha Damanik No comments


Static Routing adalah bentuk routing yang menggunakan entri routing yang dikonfigurasi secara manual, rute statis tetap dan tidak berubah apabila jaringan berubah atau berulang. Routing statis juga dapat digunakan dalam jaringan stub, atau untuk memberikan gateway of last resort.


Rute Statis biasanya digunakan untuk:
  • Menentukan jalur keluar dari router ketika tidak ada router lain yang tersedia atau diperlukan. Ini biasa disebut default-route.
  • Biasanya digunakan untuk Jaringan Kecil yang hanya membutuhkan satu atau dua rute. Hal ini sering lebih efisien karena link tidak terbuang berbeda dengan bertukar informasi pada dynamic routing.
  • Melengkapi dynamic routing dalam menyediakan failsafe backup, dalam hal dynamic routing tidak tersedia.
  • Membantu mentransfer informasi rute dari satu routing protocol ke routing protocol lainnya (routing redistribusi)
Kekurangan:

LOOPBACK INTERFACE

11:47 AM Posted by Cipta Nugraha Damanik No comments

Loopback Interface
Merupakan interface logic bukan fisik, jadi loopback tidak memiliki kabel fisik yang terhubung ke router atau switch tersebut, semua fitur tersebut kembali ke konsep dasar yang menyatakan:

"If the loopback on a router is down, that means the router is unavaliable as a whole."

Sedangkan interface fisikal dapat mati atau mengalami down ketika terjadi kesalahan pengkabelan, misal di dalam router terdapat 5 interface fisik maka bisa jadi salah satu port fisik mengalami down sedangkan 4 port fisik lainya berjalan normal.

Disamping itu terdapat fungsi lain dari loopback interface yaitu sebagai Router ID pada BGP dan OSPF, dimana loopback interface akan mengalami down jika router tersebut mati, jadi bisa dikatakan loopback interface merupakan interface paling stabil.

Namun terdapat beberapa kesalah pahaman, karena sebagian orang begitu familar dengan

PERBEDAAN RIP, IGRP, OSPF dan EIGRP

11:19 AM Posted by Cipta Nugraha Damanik No comments


Routing Information Protocol (RIP)
Sebuah protokol routing dinamis yang digunakan dalam jaringan LAN (Local Area Network) dan WAN (Wide Area Network). Karena itu protokol ini diklasifikasikan sebagai Interior Gateway Protocol (IGP). Protokol ini menggunakan algoritma Distance-Vector Routing. Pertama kali didefinisikan dalam RFC 1058 (1988). Protokol ini telah dikembangkan beberapa kali, sehingga terciptalah RIP Versi 2 (RFC 2453). Kedua versi ini masih digunakan sampai sekarang, meskipun begitu secara teknis mereka telah dianggap usang oleh teknik-teknik yang lebih maju, seperti Open Shortest Path First (OSPF) dan protokol OSI IS-IS. RIP juga telah diadaptasi untuk digunakan dalam jaringan IPv6, yang dikenal sebagai standar RIPng(RIP Next Generation / RIP generasi berikutnya), yang diterbitkan dalam RFC 2080 (1997). 
(repost from Wikipedia)

September 05, 2014

Dampak BPJS Terhadap Perusahaan

8:27 AM Posted by Cipta Nugraha Damanik No comments
    Untuk sekedar info bahwa akhir-akhir ini di media massa nasional banyak kita dengar  pemberitaan tentang  BPJS. Nuansa yang diberikan pun beragam mulai dari yang pro hingga kontra. Aroma politik turut menyeruak dalam setiap  perbincangan yang menyangkut BPJS di forum umum. Perubahan memang tidak pernah mudah apalagi dengan skala sebesar BPJS yang menyangkut hajat hidup orang banyak.

Mau tidak mau, suka tidak suka, rekan-rekan HRD harus siap dengan perubahan ini. Dalam tulisan kali ini penulis akan coba mengupas  lebih lanjut tentang BPJS dan dampaknya terhadap praktek SDM di perusahaan. Mengingat luasnya pembahasan mengenai BPJS, penulis akan coba membatasi ke area yang umumnya banyak menjadi pertanyaan rekan-rekan HRD di perusahaan, dimulai dengan memahami apa yang dimaksud dengan BPJS.
  
Berkenalan dengan BPJS
BPJS adalah singkatan dari Badan penyelenggara Jaminan Sosial, suatu badan hukum publik dibawah presiden yang bertugas untuk menyelenggarakan sistem jaminan sosial.  Jaminan sosial yang dimaksud adalah jaminan dari negara bahwa seluruh penduduk di Indonesia dapat memenuhi kebutuhan dasar hidupnya yang layak.

Dengan kata lain kalau rakyat Indonesia ada yang sakit, kecelakaan dalam bekerja, memasuki masa pensiun, meninggal dunia, maka BPJS adalah  lembaga yang bertanggung jawab untuk memastikan rakyat tidak terlunta-lunta. Luar biasa bukan?